Jumat, 27 November 2015

selamat malam untuk semuanya. berhubung malam ini saya dalam kondisi yang tidak stabil dalam emosi, jadi sekarang saya ingin memberikan informasi, "bagaimana cara menjaga emosi agar tidak fatal" oke. kita mulai. 1. jika memang emosi masih tergolong kecil atau baru mulai tersulut api emosi, maka bacalah do'a sesuai dengan keyakinan masing-masing. bisa itu syahadat, puji-pujian, atau berdoa yang lainya. 2. jika sudah melakukan hal diatas, bisa tarik safas dulu sebentar kemudia melakukan melakukan sholat, jika agama kalian islam. atau bisa hanya dengan berwudlu, tapi akan lebih manjur dengan diiringi sholat dan baca Al-qur'an. kalau memang agama kalian kristen, mungkin melakukan pujian dan do'a-do'a kepada TUhan. 3. dan yang terakhir kalian bisa mendengarkan musik dan menghindari obrolan yang tidak penting, karena musik bisa membangkitkan suatu hormon pada pada tubuh yang akan membuatnya terbawa sesuai apa yang didengarnya. jadi, kalau untuk mengendalikan emosi direkomendasikan musik yang asik-asik, jangan yang sedih-sedih. bisa-bisa nangis sekalian. sekian guys, semoga bermanfaat yah. dan ingat jangan melakukan hal apapun dengan emosi,, pakailah pikiran yang dingin dan pikirkan secara matang agar tidak timbul masalah setelahnya... :)

Selasa, 24 November 2015

sekarang giliran puisi sedih antara aku dan dia sesi II "laut dan bulan" ketika kau bawa terbangku kebahagiaan yang indah mengiringi setiap kepah tak ingat lagi daratan dan segala yang ditinggalkan tembus awan dan bulan jadi tujuan namun fatamorgana berperan dalam setiap perjalanan semua hanya bayangan dari setiap keinginan tak mampu lagi kutermbang mengejarmu karena dengan segenap hati kau patahkan satu kekuatan dalam segala kehidupan tak mampu lagi aku bertahan menjangkau sang raja bulan sang raja dari setiap keindahan sudah melekat dalam bayangan awan mengikutiku yanng jatuh sedalam palung lautan takan peduli pada perasaan yang tak tergambarkan atau pada pengorbanan yang kulakukan tak sekalipun kau tapakan kaki dan ulurkan tangan bahkan sekedar memalingkan wajah untuk kau saksikan cinta yang dipertahankan sampai ujung kehidupan sejauh itukah aku darimu? serendah itukan tempatku berada? mungkin 'iya' karena aku sang penghuni lautan jangankan bulan, daratanpun tak mampu ku rekam dalam ingatan
selamat malam kepada pengunjung sekalian. selamat datang di blog saya. yang mungkin isinya tidak semenarik blog lain. dalam kesempatan malam ini saya akan memberikan sebuah puisi tentang 'saya dan dia' Ketika langit tak lagi berawan gelap gulita tergulung awan hanya mendung yang berkuasa pancaran kenangan merajalela debur ombak melahapmu tinggalkan seribu bahkan berjuta duka penantian bagai rumpun bambu terbawa derasnya arus lautan lenyapkan segala jenis keindahan tak peduli seberapa jauh kupandang tak peduli bagaimana aku bertahan tak peduli pula kematian yang lenyapkan segala keindahan kehangatan dalam setiap dendangan singkirkan segala jenis halangan berapa banyak air mata yang kukeluarkan tak mampulagi kembalikan segara keberanian keberanian untuk mencintai bahkan dicintai karena pada akhinya cinta yang menghianati dan memberi segala lara hati